Memenuhi Janji pada Allah

 

Memenuhi Janji pada Allah – Kisah ini dituturkan oleh sahabat Nabi, Syaddad bin al-Hadi Ra

Suatu hari datanglah seorang pria Badui menemui Rasulullah. Gerangan apa tujuannya? Oh, ingin mengikuti agama yang dibawa oleh Rasulullah. Ia ingin beriman dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Rasulullah.

Tidak lama setelah itu, ia menuturkan keinginannya pada Rasulullah.

“Ya Rasul, izinkan aku untuk ikut hijrah bersamamu…”

Rasulullah pun menyetujuinya, dan meminta kepada beberapa sahabat untuk membantu pria Badui tersebut. Dan ia pun ikut hijrah Bersama Rasulullah dan sahabt lain ke kota Madinah.

Lama setelah itu…

Terjadilah perang Khandaq yang legendaris itu. Kaum muslimin berhasil memenangkan perang itu. Rasulullah berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang). Beliau lalu membagi-bagikannya kepada sahabat, termasuk kepada pria Badui itu. Rasulullah meminta sahabat untuk memberikan bagian pria tersebut.

Dan ketika ia berhasil ditemui, ia justru bertanya: “Apa ini?”

“Ini adalah bagianmu dari ghanimah perang kali ini. Dan ini Rasulullah sendiri yang membagikan untukmu…,” jawab sahabt tersebut.

Pria Badui itupun menerimanya. Namun segera ia berdiri dan membawa bagiannya itu kepda Rasulullah. Sesampainya di hadapan beliau, ia berujar: “Wahai Rasulullah, apakah gerangan ini?”

“Itu adalah bagian yang seharusnya menjadi hakmu dari perang ini,” jawab Nabi.

Pria Badui terdiam. Matanya berkaca-kaca. Tidak lama kemudian ia berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh bukan untuk ini aku mengikutimu! Ak mengikutimu berperang agar supaya aku terkena tusukan di sini – ia menunjuk kea rah lehernya dengan sebuah panah, lalu aku mati, kemudian masuk ke dalam surge Allah.”

“Bila engkau jujur untuk memenuhi janjimu itu kepada Allah, maka Allah pun akan memenuhi janjiNya kepadamu…,” ujar Rasulullah.

Tidak lama kemudian, kaum muslimin kembali terlibat dalam sebuah peperangan lain melawan kaum kafir. Dan ketika perang itu usai, para sahabat Nabi dating menghadap Rasulullah membawa jenazah pria Badui tersebut. Lehernya telah terkena tusukan sebuah anak panah tepat di tempat yang pernah ia tunjukan kepada Nabi.

“Apakah dia orangnya? Tanya Nabi kepada para Sahabat.

“Benar, wahai Rasulullah,” jawab para sahabat.

“Hmm, ia sungguh-sungguh memenuhi janjinya kepada Allah. Allah pasti akan memenuhi JanjiNya kepadanya…,” ujar Rasulullah.

Rasulullah kemudian melepas jubahnya, lalu membungkus jenazah pria Badui itu dengannya. Jenazahnya kemudia dishalatkan, dan dalam shalat itu, salah satu doa yang diucapkanRasulullah adalah: “Ya Allah, ini adalah hambamu yang keluar berhijrah dijalanMu, lalu ia terbunuh sebagai syahid, dan aku menjadi saksi atas hal itu…” (HR. An-Nasa’i)

Demikianlah kisah sahabat yang jujur memenuhi janjinya pada Allah dan RasulNya…

Hikmah dan Pelajaran:

Menjadi muslim tidak boleh stengah-setengah. Jika kita mengharapkan balasan yang terbaik di sisi Allah, maka kita harus sungguh-sungguh memenuhi janji kita kepada Allah. Janji itu adalah menjalankan semua perintah dan menjahui laranganNya. Dan janji itu harus kita tunaikan meskipun mengorbankan jiwa, raga dan harta yang kita miliki. Sebab hanya dengan jalan itu, kita akan mendapatkan kebahagiaan abadi di Akhirat, Insya Allah.

Bagikan ke teman Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Baca artikel menarik lainnya...